Mengenal Zuhud – Umar Zain Assegaf

Bismillahir rahmanir rahim , Assalamu alaikum wr wb Saat Habib Ahmad bin Hasan Al Athas menuntut ilmu di Mekkah, Beliaupun mendatangi Sayid Ahmad Zaini Dahlan, mufti Mazhab Syafi’ie kala itu. Kemudian Sayid Ahmad Zaini Dahlan bertanya pada Habib Ahmad bin Hasan Al Athas, “engkau dari Yaman ya?, siapa Ahli Ilmu didaerah mu saat ini?,

maka Habib Ahmad bin Hasan Al Athas menjawab,” Habib Muhsin bin Alwi Assegaf”, Sayid Ahmad Zaini langsung berkata “coba beri kami satu hal dari Habib Muhsin bin Alwi ini”, maka kata Habib Ahmad bin Hasan Al Athas, “Beliau pernah menyampaikan tentang Ayat ini” Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa diantara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku.

Dan barangsiapa yang tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku. (QS.Al-Baqarah:249)” Habib Muhsin pun menjelaskan, itulah Dunia, siapa yang menjauhi nya, atau mengambil hanya sedikit saja maka selamat, itu salah satu yang disampaikan Habib Muhsin bin Alwi Assegaf ” Sayid Ahmad Zaini Dahlan pun langsung berseru,” inilah ilmu !!! ” Hampir semua nasehat Ulama-ulama kita, selalu menekankan untuk menjauhi Dunia,

karena Dunia ini daya pikatnya luar biasa, sampai kata salah seorang Salaf, sihir Dunia lebih dahsyat daripada sihir harut dan marut Menjauhi bukan berarti Tidak Memiliki, berapa banyak orang yang memiliki banyak hal yang sifatnya Dunia, tapi dia tidak minat sama sekali dengan nya Dan, kebalikan nya, berapa banyak orang yang tidak punya apa-apa tapi hatinya terpikat dengan Dunia

Dunia adalah segala sesuatu yang tidak ditujukan untuk Allah SWT, jadi bisa berwujud apapun, bahkan ibadah kita, jika tidak kita tujukan untuk Allah SWT, maka itu termasuk Dunia Ilmu misalnya, jika dia belajar dari kecil, susah payah dijalanin tapi yang dia kejar adalah ketenaran, mencari pujian orang atas kepintaran nya, maka meski dia Ulama sehebat apa aja, jika tujuan nya hanya itu, juga termasuk

Dunia Sebaliknya, jika dia seorang pengusaha sukses, tapi dia tidak gandrung dengan kesuksesan nya, justru hidupnya hanya sederhana saja, mobil ya cuma yang dibutuhkan, meski dia mampu memiliki mobil keluaran baru lebih dari 4, rumah juga cuma yang dibutuhkan saja, walaupun dia bisa mempunyai rumah ditiap kota, dia hanya mengambil alakadarnya saja, selebihnya dia gunakan untuk umat, maka itu bukan Dunia Seperti kisah kakak beradik di kitab Habib Muhammad bin Hadi Assegaf, yang mana si Adik adalah seorang Kyai yang mengabdikan hidupnya untuk mengajar, usaha setiap harinya hanya memancing dibelakang pesantren nya,

sedang sang Kakak adalah pengusaha sukses di kota, yang memiliki rumah yang mewah, tapi disebutkan bahwa Sang Kakak adalah seorang yang zuhud, sedang Si Adik malah Ahli Dunia Ternyata rahasia nya adalah dihatinya masing-masing, Si Adik setiap hari selalu khawatir jika tidak mendapatkan ikan, maka bagaimana dia bisa menghidupi keluarga dan pesantren nya Sedang Sang Kakak, semua harta dan usahanya tidak dianggap sama sekali, dia hanya selalu bersandar kepada Allah SWT, jika dalam waktu sekejab semua harta nya ludes, dihati nya pun tidak ada rasa kehilangan,

sama saja baginya dia mendapatkan keuntungan besar atau kehilangan kesemuanya Itulah sesungguhnya rahasia zuhud, semua letaknya dihati, bukan dimateri Dan, seseorang yang memiliki zuhud dihati nya, hidupnya akan super bahagia karena tidak ada ketakutan terhadap apapun pada hidupnya, dia dapat merasakan dengan nyata, bahwa apa yang ada di sisi Allah SWT itu lebih dekat daripada yang disisinya Dia bisa merasa dengan nyata, bahwa hakekat nya dia tidak punya apa-apa, semua milik Allah SWT, maka dia selalu dalam kondisi gembira, entah diberi atau tidak diberi,

entah dalam kelapangan atau kesempitan, sama saja baginya Namun bicara zuhud emang mudah, sedang realisasi nya sangat susah, butuh terapi dan latihan yang sangat panjang, dan lebih sempurna nya lagi jika dibimbing oleh seorang Guru pendidik yang mumpuni Tapi tidak ada yang mustahil jika kita sungguh-sungguh, maka jika kita ini selalu berdoa minta rejeki yang banyak, yang barokah, jangan lupa, kita minta diberi sifat zuhud oleh Allah SWT Jika Allah SWT sudah memberi dan memasukkan sifat zuhud pada hati kita, sesungguhnya itu adalah pemberian yang sangat besar,

lebih besar daripada pemberian rejeki yang banyak itu sendiri, karena jika Allah SWT memberi sifat zuhud, berarti Allah SWT sudah memilih kita, termasuk menjadi hamba yang dicintai NYA Semoga kita diberi sifat zuhud pada hati kita, sifat tidak butuh pada siapapun dan apapun, hanya butuh kepada Allah SWT semata Dan, digolongkan kita termasuk hamba-hamba NYA yang didekatkan pada NYA, dijauhkan dari cinta Dunia, kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita, juga orang-orang yang membenci kita Berkat Habib Muhsin bin Alwi Assegaf, Sayid Ahmad Zaini Dahlan dan berkat Habib Ahmad bin Hasan Al Athas Aamiin Allahumma Aamiin

sumber http://ikitasya.blogspot.co.id/

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *